Selamat Datang (Mission)

Nazarene Community

Baruch atah YHVH, Eloheynu, Melech ha-‘Olam,
asher natan Toraht-emet, uv’suraht-yeshu-ah l’amo Yisra’el
ul’chol ha-amim al-yadey bano Yeshua HaMashiach, Adoneinu.

Diberkatilah Engkau TUHAN, Elohim kami, Raja Semesta Alam,
yang memberikan kebenaran Taurat dan kabar baik keselamatan
kepada umat-Nya Israel dan kepada seluruh manusia melalui anak-Nya, Yeshua Sang Messias, Tuhan kami.

Shalom aleikhem, selamat datang di situs web kami.

Menerima Yesus sebagai Mesias dan memelihara hukum Taurat adalah sebuah pernyataan oksimoron bagi umat Kristen. “Sebab kita tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat melainkan di bawah karunia.” Bagi sebagian orang, menerima Mesias dan memelihara hukum Taurat adalah sebuah paradoks besar sebab keduanya dipandang sebagai suatu kontradiksi.

Menerima Mesias dan memelihara hukum Taurat sebenarnya tidak terdengar aneh bila kita mau kembali kepada apa yang dikatakan dalam Alkitab serta mempelajarinya dalam konteks yang benar. Menerima Mesias dan memelihara hukum Taurat adalah dua hal yang konsisten, berkesinambungan, saling berkaitan, dan tidak terpisahkan. Menerima Mesias dan mengabaikan hukum Taurat adalah sebuah sikap yang keliru dan sebaliknya, memelihara hukum Taurat tetapi menolak Mesias adalah juga sikap yang keliru. Beratus-ratus tahun manusia terjebak dalam dua posisi yang keliru ini. Tetapi puji Tuhan, setidaknya dalam empat dekade terakhir, banyak kalangan dari orang Yahudi maupun bukan Yahudi yang mengalami kerinduan akan kebenaran Jalan Tuhan dengan menempatkan kembali penafsiran Alkitab dalam konteks yang benar, yakni dalam pola pikir dan budaya Ibrani tanpa disertai bias anti-Yahudi yang dianut oleh Barat selama ini.

Kerinduan ini telah mendorong kami untuk membuka kembali fakta bahwa para pengikut Yesus yang mula-mula terdiri atas kumpulan orang Yahudi dan bukan Yahudi yang dikenal sebagai sekte Nasrani (Kis 24:5). Lewat Kisah Para Rasul pula kita mengetahui bahwa mereka rajin memelihara Taurat (Kis 21:20) dan sama sekali tidak meninggalkan ibadah Yahudi (Kis 2:46). Santo Yerome, Bapa Gereja dari abad keempat, menjelaskan kaum ini sebagai orang “…yang menerima Kristus sedemikian rupa namun tanpa meninggalkan Hukum yang lama.” (Yerome; On Isaiah 8:14) Bapa Gereja lainnya, Epiphanius memberikan deskripsi yang lebih detil:

“Tetapi pengikut sekte ini…tidak menyebut diri mereka Kristen – melainkan Nasrani…Mereka tidak mempunyai pendapat yang berbeda namun melakukan semua hal tepat seperti apa yang diperintahkan dalam Hukum, menurut tata cara Yahudi – kecuali satu hal, kepercayaan mereka terhadap Mesias…tetapi karena mereka tetap terbelenggu oleh Hukum – sunat, hari Sabat, dan lainnya, mereka tidak tergolong ke dalam Kristen.” (Epiphanius; Panarion 29).

Alkitab dan bukti historis mengungkapkan bahwa Nasrani adalah sebuah sekte yang eksis dalam tubuh Yudaisme. Bagaimana Kristen sampai pada bentuknya saat ini sebenarnya merupakan hasil dari proses pemisahan diri dari Yudaisme yang dipicu oleh sikap anti-Yahudi para Bapa Gereja. Akibat dari proses ini, umat Kristen sekarang mewariskan suatu pandangan yang keliru terhadap peranan Taurat dalam kehidupan orang-orang percaya. Kekeliruan ini juga menciptakan suatu konsep theologi yang salah tentang hubungan orang Yahudi dan orang bukan Yahudi dengan Tuhan. Tujuan situs ini adalah untuk meluruskan kekeliruan ini dan membantu setiap orang yang percaya kepada Yeshua ha-Mashiach, terutama dari kalangan bukan Yahudi, untuk menemukan penerapan Taurat yang tepat dalam iman mereka.

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.(Timotius 4:2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Nazarene Indonesia